Home PRESS RELEASE
PRESS RELEASE
Uni Eropa seperti menghukum deforestasi era SBY

[JAKARTA, 26 MARET 2019] - Greenomics Indonesia meminta Uni Eropa untuk memahami data pelepasan kawasan hutan untuk ekspansi perkebunan sawit selama 2008-2015, yang menjadi periode analisis EU Delegated Act dengan melabelkan risiko tinggi untuk minyak sawit akibat deforestasi.

Read more...
 
80% areal pelepasan kawasan hutan PT HIP masih berhutan lebat

[JAKARTA, 18 JANUARI 2019] - Hasil analisis spasial Greenomics Indonesia mengungkapkan bahwa areal pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sawit yang diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 23 November 2018 kepada PT Hardaya Inti Plantation (HIP), sekitar 80% dari areal tersebut terbukti masih berupa hutan lebat.

Read more...
 
Jejak sebagai pemberi izin terluas, tak bisa dihapus

[JAKARTA, 4 SEPTEMBER 2018] - Greenomics Indonesia berpendapat bahwa Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tidak akan bisa menghapus jejaknya sebagai pemberi izin terluas pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan, mayoritasnya sawit, yang diberikannya kepada sejumlah konglomerat ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era pemerintahan SBY.

Read more...
 
Jokowi-JK perlu segera batalkan utang baru untuk biayai reforma agraria

[JAKARTA, 22 JULI 2018] - Menyusul pengumuman Bank Dunia (19/7/2018) perihal utang baru pemerintah Indonesia sebesar 200 juta dollar AS untuk membiayai program percepatan reforma agraria, Greenomics Indonesia meminta Jokowi-JK untuk segera membatalkan skema utang untuk reforma agraria tersebut.

Read more...
 
Menhut Zulkifli terbitkan izin prinsip ekspansi Freeport

[JAKARTA, 16 JULI 2018] - Greenomics Indonesia kembali meminta Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk mempelajari izin prinsip ekspansi tambang PT Freeport Indonesia (PT FI) tertanggal 9 Juli 2013 yang diterbitkan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan seluas setara 2.738 lapangan sepakbola yang merupakan hutan lindung Papua tersebut.

Read more...
 
Kerugian tumpahan minyak Pertamina diperkirakan minimal 8,27 miliar dollar AS

[JAKARTA, 11 APRIL 2018] - Studi awal Greenomics Indonesia menunjukkan bahwa kerugian ekologis akibat tumpahan minyak Pertamina di Teluk Balikpapan diperkirakan mencapai 8,27 miliar dollar AS.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3