Home PRESS RELEASE
PRESS RELEASE
Zulkifli Hasan, menteri pemberi izin perkebunan terluas Print E-mail

[JAKARTA, 21 MARET 2018] - Hasil studi Greenomics Indonesia memperlihatkan bahwa selama periode 2004-2017, kawasan hutan yang dilepas untuk izin perkebunan kepada para pelaku bisnis tertentu seluas lebih dari 2,4 juta hektar, atau sekitar lebih dari 36 kali lipat luas DKI Jakarta.

Read more...
 
Vast majority of palm oil permits granted by SBY regime Print E-mail

[JAKARTA, 21 MARCH 2018] - In relation to his concerns regarding land tenure in Indonesia, National Mandate Party (PAN) Honorary Council Chairman Amien Rais needs to study data on the relinquishment, to a number of business groups, of state forest areas for the development of plantations, particularly over the past 13 years.

Read more...
 
BRG klasifikasikan Karhutla sebagai bencana alam Print E-mail

[Jakarta, 3 Februari 2017] - Greenomics Indonesia meminta Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk menunjukkan hasil revisi dokumen rencana strategisnya, yang pada versi awal menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana alam.

Menurut Greenomics, penyebutan karhutla sebagai bencana alam oleh BRG dalam dokumen resminya itu jelas merupakan suatu kecerobohan fatal yang dilakukan oleh BRG secara hukum karena akan menggugurkan seluruh sanksi administratif, perdata, dan pidana kepada para perusahaan-perusahaan yang lalai dan terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.

Read more...
 
Indicative map of peatland restoration project is misleading Print E-mail

[Jakarta, 29 June 2016] The findings of a spatial analysis conducted by Greenomics Indonesia in relation to the Peatland Restoration Project Indicative Map have revealed that that the map is misleading as it is not based on the prevailing regulations. Consequently, the map, which was produced by the Peat Restoration Agency (BRG), should be immediately withdrawn from the public consultation process.

This was stated by Vanda Mutia Dewi, executive director of Greenomics Indonesia, in Jakarta on Wednesday (Jun 29).

Read more...
 
Peta Indikatif Restorasi Gambut menyesatkan para pihak Print E-mail

[Jakarta, 29 Juni 2016] Hasil analisis spasial Greenomics Indonesia terhadap Peta Indikatif Restorasi Gambut menunjukkan bahwa peta indikatif tersebut dapat menyesatkan para pihak karena peta indikatif tersebut tidak berbasis pada substansi yang sejalan dengan peraturan perundangan yang berlaku. Atas dasar tersebut, peta indikatif hasil kerja Badan Restorasi Gambut (BRG) tersebut harus segera ditarik dari proses konsultasi publik.

Demikian Vanda Mutia Dewi, Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia, menyampaikan hasil analisis spasial terhadap Peta Indikatif Restorasi Gambut, Rabu (29/6/2016) di Jakarta.

Read more...
 
Hamparan kebun sawit dominasi areal moratorium gambut Print E-mail
Monday, 18 January 2016 14:00

[Jakarta, 18 Januari 2016] Areal moratorium gambut yang merupakan salah satu produk dari Kemitraan Perubahan Iklim antara Norwegia-Indonesia ternyata didominasi oleh hamparan perkebunan sawit. Greenomics Indonesia mengungkapkan fakta tersebut dalam laporan berjudul “The Climate Scandal? Indonesia’s peatland moratorium areas dominated by a significant expanse of palm oil plantations”, yang diterbitkan hari ini di Jakarta (18/1/2016).

Laporan Greenomics tersebut memperlihatkan hampir 1,3 juta hektar areal moratorium gambut yang tersebar di Provinsi Riau, mayoritasnya merupakan hamparan perkebunan sawit. Lihat video di sini.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 2 of 3